Sabtu, 17 Desember 2016

Landasan Pendidikan

Halo guys welcome back to My Blog..
Oke guys di blog ini saya akan menulis pengetahuan yang saya dapat dan saya ketahui selama saya menempuh jenjang pendidikan. Oke tidak usah basa-basi terlalu lama.. Langsung saja, pertama yang akan saya tulis adalah terkait dengan Landasan Filosofis Pendidikan..

A. Filsafat
Istilah filsafat (philosophy) berasal dari dua suku kata dalam bahasa Yunani Kuno, yaitu philein (cinta) dan sophia (kebijaksanaan). Jadi secara  etimologis filsafat adalah cinta kepada kebujaksaan (Dagobert D. Runes, 1981). Filsafat telah banyak dipelajari sejak jaman dahulu kala, Thales adalah orang pertama yang berfilsafat. Adapun secara operasional filsafat mengandung dua pengertian, yakni sebagai proses (berfilsafat) dan sebagai hasil berfilsafat (sistem teori atau pemikiran). Di  pihak  lain jika ditinjau secara leksikal filsafat berarti sikap hidup atau pandangan hidup. Ilmu filsafat juga dikenal dengan istilah Bapak dari Ilmu Dunia.

B. Karakteristik Filsafat

1.       Objek yang dipelajari filsuf (Objek Studi)
2.       Proses berfilsafat (Proses studi)
3.       Tujuan berfilsafat
4.       Hasil berfilsafat (Hasil studi)
5.       Penyajian
6.       Sifat kebenarannya

C. Cabang-cabang Filsafat

Berdasarkan objek yang dipelajarinya filsafat dapat diklasifikasi ke dalam :
1). Filsafat Umum  atau Filsafat Murni
Cabang filsafat Umum terdiri :
1. Metafisika yang meliputi:  (1) Metafisika umum atau ontologi, (2)Metafisika khusus yang meliputi cabang: (a) Kosmologi, (b) Teologi, dan (c) antropologi.
2. Epistemologi
3. Logika
4. Aksiologi yang meliputi cabang: (1) Etika (2) Estetika
 
2). Filsafat Khusus atau Filsafat Terapan
Cabang filsafat Khusus terdiri :
1. Filsafat Hukum
2. Filsafat Ilmu
3. Filsafat Pendidikan

D. Landasan Filosofis Pendidikan

Definisi landasan filosofis pendidikan adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari filsafat yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Adapun struktur dalam landasan filosofis pendidikan.

KONSEP FILSAFAT UMUM
KONSEP PENDIDIKAN
Hakikat Realitas
Tujuan Pendidikan
Hakikat Manusia
Kurikulum Pendidikan
Hakikat Pengetahuan
Metode pendidikan
Hakikat Nilai
Peranan pendidik dan peserta DIdidik
Konsep Filsafat Umum
Konsep Pendidikan

E. Karakteristik dan Aliran dalam Landasan Filosofis Pendidikan

Landasan filosofis pendidikan berisi tentang gagasan-gagasan atau konsep-konsep yang bersifat normatif atau preskriptif. Sebagaimana halnya didalam filsafat umum, bahwa didalam filsafat pendidikan juga terdapat berbagai aliran pikiran. Kiranya hal ini dapat dipahami sebagai implikasi dari aliran-aliran yang terdapat di dalam filsafat umum dan/atau filsafat pendidikan. Sehubungan dengan ini dikenal adanya landasan filosofis pendidikan idealisme, realisme, pragmatisme, dsb.

F. Idealisme, Realisme, dan Pragmatisme Filsafat Pendidikan

a)      Konsep filsafat umum idealis
1.     - Metafisika : Bersifat spiritual
2.     - Manusia : Makhluk spiritual, berpikir, memiliki tujuan hidup dalam dunia dengan aturan moral.
3.     - Epistemologi : Pengetahuan yang di peroleh dengan intuisi.
4.     - Aksiologi : Manusia diperintahkan oleh nilai moral imperatif dan bersumber dari realitas.

Implikasi bagi pendidikan
1.      - Tujuan pendidikan : Pembentukan karakter, pengembangan bakat, dan kebajikan sosial.
2.      - Kurikulum/isi pendidikan : perkembangan kemampuan berpikir melalui pendidikan liberal.
3.      - Metode pendidikan  : Metode yang digunakan adalah metode dialektik
4.     - Peranan pendidik dan peserta didik : pendidik bertanggung jawab menciptakan lingkungan, pendidik harus unggul dan menjadi teladan, peserta didik bebas menggembangkan bakatnya.

b)      Konsep filsafat umum realisme
1.       - Metafisika : Berdasarkan pengertian materi yang hadir dengan sendirinya.
2.       - Manusia : Hakikatnya terletak pada apa yang dikerjakannya.
3.       - Epistemologi : Pengetahuan diperoleh manusia dari pengalaman diri dan penggunaan akal.
4.       - Aksiologi : Tingkah laku manusia diatur oleh hukum alam.

Implikasi bagi pendidikan
1.      - Tujuan pendidikan : Untuk penyesuaian diri dalam hidup dan mampu melaksanakan tanggung jawab sosial.
2.      - Kurikulum/isi pendidikan : Kurikulum harus bersifat komprehensif yang berisi sains, matematika, ilmu-ilmu kemanusiaan, dan ilmu sosial, serta nilai-nilai.
3.      - Metode : Harus bersifat logis dan psikologis.
4.      - Peranan pendidik dan peserta didik : Pendidik adalah pengelola kegiatan belajar mengajar. Peserta didik berperan untuk menguasai pengetahuan.

c)       Konsep filsafat umum pragmatisme
1.       - Metafisika : Pragmatisme anti metafisika. Kenyataan sebenarnya adalah kenyataan fisik, plural dan berubah.
2.       - Manusia : Hasil evolusi biologis, psikologis dan sosial.
3.       - Epistemologi : Pengetahuan yg benar diperoleh dari pengalaman dan berpikir.pengetahuan adalah relative.
4.       - Aksiologi : Ditentukan secara ekspimental dalam pengalaman hidup.

Implikasi bagi pendidikan
1.      - Tujuan pendidikan : Pendidikan adalah pertumbuhan sepanjang hayat, proses rekontruksi yang berlangsung secara terus menerus.
2.      - Kurikulum/isi pendidikan : Kurikulum berisi pengalaman-pengalaman yang telah teruji,kurikulum bersifat demokratis.
3.      - Metode : Mengutamakan metode pemecahan masalah, penyelidikan, dan penemuan.
4.      - Peranan pendidik dan peserta didik : Pendidik harus memimpin dan membimbing peserta didik tanpa ikut campur terlalu atas minat dan kebutuhannya. Peserta didik sebagai organisme yang rumit yang mampu tumbuh.

G. Landasan Filsafat Pendidikan Nasional : Pancasila

Pasal 2 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang “Sistem Pendidikan Nasional” mengatakan bahwa “Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia maka implikasinya adalah Pancasila juga sebagai dasar pendidikan nasional.

a)      Konsep filsafat umum pancasila
1.      -  Metafisika : Hakikat Realitas, meyakini bahwa realitas yang ada (alam semesta) tidaklah ada dengan sendirinya melainkan sebagai ciptaan Tuhan YME.
2.       - Manusia : Manusia adalah kesatuan badani-rohani yang hidup dalam ruang dan waktu, memiliki kesadaran dan penyadaran diri, memiliki kebutuhan, dibekali naluri dan nafsu, serta memiliki tujuan hidup.
3.      - Epistemoligis : Hakikat Pengetahuan, sumber pertama pengatahuan hakikatnya ialah berasal dari Tuhan YME. Kebenaran pengetahuan bersifat mutlak dan bersifat relatif.
4.      - Aksioloagis : Hakikat Nilai, segala sumber nilai hakikatnya bersumber dari Tuhan YME dan diturunkan kepada manusia dan individu.

Implikasi bagi pendidikan

Pendidikan bukanlah proses pembentukan peserta didik untuk menjadi orang tertentu sesuai kehendak sepihak dari pendidik, melainkan proses pengembangan potensi yang dimiliki oleh setiap individu peserta didik untuk menjadi dirinya sendiri. (Pasal 3 UU RI No. 20 Tahun 2003).

Sumber:
Anonim. 2015. Thales Filsuf yang Pertama. [Online]. Tersedia: http://mythdunia.blogspot.co.id/2015/03/thales-filsuf-yang-pertama.html di akses [18 Desember 2016].
Departemen Pedagogik FIP UPI. 2014. Landasan Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Syaddan. 2010. Aliran Filsafat Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://aliran-aliranfilsafatpendidikan.blogspot.co.id/ di akses [18 Desember 2016].